Sejarah Desa

SEJARAH DESA PREMBUN

Desa Prembun tidak bisa dipisahkan dengan seorang musafir Swargi Embah Abdul Hamid yang berhasil tetruko di desa ini, yang nama aslinya DESA PURWAGANDA. Konon ceritanya bahwa beliau Swargi Embah Abdul Hamid ini seorang musafir kelana yang secara diam-diam membuat tetruko di Grumbul ini yang kemudian setelah menjadi pedesaan dinamakan Desa Keputihan Pesantren. Musafir ini dikenal masyarakat mempunyai kelebihan yang luar biasa, selain beliau juga memiliki ilmu Islami yang sangat tinggi. Di Desa Keputihan inilah beliau berhasil merubah sebuah semak belukar menjadi pedesaan dalam skala luas dan besar, antara lain yaitu desa Prembun dan Desa Pesantren, yang aslinya dulu sengaja dibuat satu desa dengan nama DESA PURWAGANDA. Selanjutnya mengapa Desa Purwaganda ini kemudian dipecah menjadi dua desa, yakni Desa Prembun yang berada di sebelah selatan dan Desa Pesantren yang berada disebelah utara. Memang pada pertengahan abad ke XVI ini hidup sebagian bangsa indonesia sudah di bawah kekuasaan Kompeni Belanda. Lebih menderita lagi bagi mereka para pejuang yang anti penjajahan. Sikap Kompeni Belanda pada waktu itu, barang siapa berani melawan menantang dan melawan penguasa pada waktu itu adalah musuh kompeni, tidak pandang bulu, harus ditangkap dan dilenyapkan. Sejalan dengan perkembangan waktu itu, maka Desa Purwoganda dipecah menjadi dua, lengkap dengan struktur pemerintahannya yang berdiri sendiri. Hanya otonomi NRT (Nikah Rujuk Talak) yang kegiatan kerjanya masih berada di Masjid Pesantren.